3 Juli 2022 Wimbledon: 37 kemenangan beruntun Iga Swiatek diakhiri oleh Alize Cornet di babak ketiga

Wimbledon: 37 kemenangan beruntun Iga Swiatek diakhiri oleh Alize Cornet di babak ketiga

Wanita Prancis yang tidak difavoritkan Alize Cornet mengagetkan petenis nomor satu dunia Iga Swiatek untuk menyelesaikan 37 kemenangan berturutan pemain Polandia itu dan menggapai fase 16 besar di Wimbledon untuk pertama kali mulai sejak 2014; Amanda Anisimova, Harmony Tan dan bekas juara Simona Halep pula sukses ke fase ke-4.

Iga Swiatek menanggung derita kekalahan dua set langsung dari Alize Cornet di Wimbledon saat kemenangan berturutan 37 laganya selesai dengan fantastis.

Petenis nomor satu dunia itu tak pernah kalah mulai sejak Februari di saat ia menantang Jelena Ostapenko di Dubai akan tetapi tampil jelek saat menantang musuh Prancisnya di Lapangan Satu.

Swiatek bikin 32 unforced error sampai kalah 6-4, 6-2 dalam tempo satu jam 32 menit di fase ke-3  di All England Klub.

“Apa yang dapat ane ungkapkan? Ane tahu ane tidak main tenis secara bagus. Ane cukup kebingungan dengan cara ane,” kata Swiatek. “Jadi pemain yang padu, ia gunakan itu dengan cukup bagus. Itu bukan performa yang baik untuk ane.

Kejengkelan udah nampak mulai sejak awal mula di saat Cornet, yang menggapai perempat final Australia Terbuka pada Januari, memutus favorit pertama kedua kalinya lebih mula.

Meskipun Swiatek mengerjakan break back, wanita Prancis berpengalamanlah yang membatasi keberaniannya untuk menjadi pemenang kompetisi pembuka dalam tempo 52 menit dengan pukulan forehand.

Di saat bintang Polandia Swiatek unggul 2-0 diawalnya set ke-2 , kemajuan kelihatannya terus berjalan akan tetapi Cornet lagi memaksakan juara Prancis Terbuka itu mengerjakan reli panjang dan pada akhirnya memaksa untuk amankan kemenangan yang tidak terlewatkan.

Itu bawa kembali kisah lalu untuk pemain berumur 32 tahun sehabis ia pula mengagetkan Serena Williams di dalam lapangan ini di tahun 2014.

Cornet bercakap di dalam lapangan: “Ane tidak mempunyai kalimat. Ini memperingatkan ane saat ane kalahkan Serena di dalam lapangan ini 8 tahun lalu sehingga kalian untung untuk ane.

“Ane cuman mau berkata kalau ane merupakan pecinta berat Iga. Ane sangatlah tersanjung dapat menundukkannya ini hari.

“Ane seperti anggur yang bagus di Prancis. Anggur yang bagus selalu menua secara bagus.”

Coco Gauff tergusur pada perputaran ke-3  sehabis ia kalah 6-7 (4-7) 6-2 6-1 di Center Court dari sama-sama petenis Amerika Amanda Anisimova.

Runner-up Prancis Terbuka Gauff bisa menjadi pemenang kompetisi pembuka dengan kerja keras lewat tie-break akan tetapi tidak dapat menyamai tingkat favorit ke-20 setelah itu.

Anisimova, yang menjadi pemenang final junior AS Terbuka 2017 di antara ke-2 nya, mencapai kemenangan dengan pukulan backhand buat bikin fase 16 besar di All England Klub untuk pertama kali.

Percakapan di antara Amerika ini sebagai perulangan dari final junior AS Terbuka 2017, yang dimenangi Anisimova, akan tetapi Gauff yang menjadi pemenang set pembukaan yang ketat di sini.

Gauff unggul tie-breaker akan tetapi punyai sedikit jawaban untuk dunia No 25 yang mengakui sukses dengan backhand winner yang baik.

Ini udah memposisikan Anisimova, yang menggapai semi-final di Roland Garros pada 2019, sukses ke fase ke-4 di Wimbledon untuk pertama kali.

Petenis berumur 20 tahun itu penuh emosi saat ia tiduran di rumput diakhir dua jam tujuh menit tenis.

Anisimova bisa menyantaikan diri untuk interview di dalam lapangan di mana ia mengaku: “Ini merupakan hari amat spesial dalam profesi ane.

“Sebagai hak spesial yang besar untuk main di dalam lapangan ini, ane sangatlah bergairah dan permainkan Coco, pemain yang menakjubkan.

“Awal kalinya ane cuman coba menyediakan diri untuk menerimanya, kalah atau menang, jadi menang itu sangatlah ekslusif.”

Sesudah itu untuk Anisimova merupakan Harmony Tan sehabis ia mencapai kemenangan dalam tempo satu jam menantang Katie Boulter dari Inggris.

Bekas juara Wimbledon Simona Halep meluncur ke perputaran ke-4 dengan kemenangan 6-4 6-1 atas petenis Polandia Magdalena Frech.

Pemain Rumania berumur 30 tahun, yang balik ke All England Klub tahun ini untuk pertama kali mulai sejak raih kemenangan di sini pada 2019, berkata: “Ini merupakan kompetisi yang baik. Selalu sukar main di rumput. Ini hari dengan angin yang kuat. tidak sesederhana itu.

“Selalu membahagiakan main di Wimbledon dan ane punyai kisah lalu elok, jadi ane coba menikmatinya tiap-tiap hari.

“Sangatlah menolong kalau ane dapat menjadi pemenang kontes ini, ane punyai keyakinan diri akan tetapi tiap kompetisi sukar dan tiap musuh kokoh.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.